
Saya, Dokter ………………………………… , berjanji dengan sungguh-sungguh:
1. Untuk terus meningkatkan kemampuan profesional saya, untuk memberikan kepada pasien saya perawatan terbaik yang dapat saya berikan.
2. Untuk menghormati pasien saya sebagai pribadi manusia, menempatkan kepentingan mereka diatas pertimbangan politik dan ekonomi, dan memperlakukan mereka tanpa prasangka yang timbul karena perbedaan agama, ras, etnis, sosial ekonomi, atau seksual.
3. Untuk mempertahankan dan melindungi kehidupan manusia dari saat pembuahan sampai akhir alamiah, percaya bahwa kehidupan manusia, diturunkan oleh orang tua, diciptakan oleh Allah dan memiliki tujuan kekal yang menjadi milik-Nya.
4. Untuk menolak menjadi alat kedokteran kekerasan atau kedokteran penindasan.
5. Untuk melayani kesehatan masyarakat, mempromosikan kebijakan kesehatan menghormati kehidupan dan martabat dan sifat pribadi manusia.
6. Untuk bekerja sama dengan penerapan hukum yang adil, kecuali atas dasar keberatan yang berhati-hati ketika hukum perdata tidak menghormati hak asasi manusia, khususnya hak untuk hidup.
7. Untuk bekerja dengan keterbukaan terhadap setiap orang, terlepas dari keyakinan agama mereka.
8. Untuk menyumbangkan sebagian waktu saya untuk perawatan amal dan cuma-cuma dari orang miskin.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, sebagai Dokter Katolik, saya juga berjanji:
1. Untuk mengakui Sabda Tuhan sebagai inspirasi dari semua tindakan saya, untuk setia dengan Ajaran Gereja, dan untuk membentuk hati nurani profesional saya sesuai dengan Sabda dan Ajaran tersebut.
2. Untuk menumbuhkan hubungan filial dengan Tuhan, dipelihara oleh doa, dan untuk menjadi saksi Kristus yang setia.
3. Untuk mempraktekkan prinsip-prinsip moral Katolik, khususnya yang berkaitan dengan etika bio-medis.
4. Untuk mengungkapkan kebajikan Kristus dalam hidup saya, dan dalam hubungan saya dengan pasien, rekan saya, dan masyarakat.
5. Untuk berpartisipasi dalam penginjilan dunia yang menderita, dalam kerjasama dengan pelayanan pastoral Gereja.
[Disetujui oleh Komite Eksekutif FIAMC dan Dewan Kepausan untuk Pastoral Pekerja Kesehatan]
